SATU JAM TANPA SOSMED SETELAH BANGUN PAGI: BISA BIKIN MOOD LEBIH STABIL?

Penulis

  • Ira Mutianing Sari Universitas Muria Kudus Penulis
  • Zuyyin Choiriyyatun Felasuf Universitas Muria Kudus Penulis
  • Nabilla Arza Ramadhani Universitas Muria Kudus Penulis
  • Ruth Natalia Susanti Universitas Muria Kudus Penulis

Kata Kunci:

Afeksi, Intervensi Digital, Media Sosial, Suasana Hati, Waktu Bangun

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak intervensi berupa penundaan akses media sosial selama satu jam setelah bangun tidur terhadap perubahan suasana hati pagi hari pada pekerja muda usia 20–22 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Lima partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, seperti kebiasaan membuka media sosial saat bangun tidur. Instrumen yang digunakan adalah Positive and Negative Affect Schedule (PANAS), serta satu pertanyaan reflektif harian. Data dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa tiga dari lima partisipan mengalami peningkatan afeksi positif atau penurunan afeksi negatif setelah menjalani intervensi selama tujuh hari, sementara dua lainnya menunjukkan hasil yang bervariasi. Simpulan menunjukkan bahwa intervensi sederhana ini dapat memberikan manfaat terhadap kesejahteraan emosional, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh faktor individual seperti stres, kesiapan mental, dan pemahaman instruksi. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah menyertakan kelompok kontrol serta memperpanjang durasi intervensi untuk melihat dampak jangka panjang. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan intervensi digital berbasis kebiasaan pagi hari yang mendukung kesehatan mental.

 

This study aimed to examine the effects of delaying social media access for one hour after waking up on morning mood changes among young workers aged 20–22. The research employed a quantitative one-group pretest-posttest design without a control group. Five participants were selected using purposive sampling based on specific criteria, such as the habit of checking social media immediately after waking. The instruments used were the Positive and Negative Affect Schedule (PANAS) and a daily reflective question. Data were analyzed descriptively and qualitatively. The results indicated that three out of five participants showed an increase in positive affect and/or a decrease in negative affect after a seven-day intervention, while the remaining two exhibited varied responses. The findings suggest that this simple intervention may benefit emotional well-being, although its effectiveness is influenced by individual factors such as stress, mental readiness, and comprehension of instructions. Future research should include a control group and extend the intervention period to assess long-term effects. This study contributes to the development of digital habit-based interventions to support mental health in daily routines. 

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-28